Ibu Sang Keramat Ilahi

Seseorang yang rela mempertaruhkan nyawanya, seseorang yang rela mengorbankan sehatnya, seseorang yang rela mengorbankan nafsu makannya, seseorang yang rela merobek perutnya demi sang buah hati, iya... ia adalah ibu kita.
Tiada sesuatau apapun di dunia ini yang bisa membalaskan semua jasa2mu ibu, jikalaupun seorang anak yang baru lahir menggendong orang tua mereka dari rumahx ke mekkah dan terus ia lakukan berulang kali hingga hari kiamat, maka tidak akan pernah cukup membalas semua pengorbanan mereka, maka suatu ketika sang sahabat bertanya pada Rosulullah, "Yaa Rosul siapakah yang pertama kali harus kita hormati???" Rosul pun mejawab, "Ibumu" lalu sahabat bertanya lagi, " lalu Siapa lagi yaa Rosul?" Rosulpun menjawab "Ibumu" sang sahabat kembali mengulangi pertanyaan yang sama hingga mpat kali, dan rosul tetap menjawab " ibumu, ibumu, ibumu, ibumu, lalu ayahmu".
Subhanallah, maka dapat kita simpulkan bahwasanya patuhnya kita, menghormati ibu, wajib 4x lipat dibandingkan dengan ayah kita, maka dari itulah sering kita dengar bahwa doa sang ibu untuk anak2nya akan cepat terdengar dan pasti di ijabah oleh Allah swt begitu juga kutukannya pasti jadi kenyataan, seperti halnya kisah dongeng sang malin kundang yang terkenal durhaka dan bahkan tidak mengakui ibunya karna malu disaat ia sudh menjadi sodagar kaya, maka kemudian sang ibu mengutuknya menjadi batu hingga petir menyambar dan berubahlah wujudnya menjadi batu.
Mungkin dari kita pernah mendengar bahwasanya syurga ada di bawah telapak kaki ibu, iya kan??? Hingga kita sering meminta air kaki ibu kita disaat kita mau menghadapi ujian waktu sekolah, dan mau dihadapkan dengan hal2 sulit, jangan pernah malu untuk memintanya pada ibu kita karna apa2 yang tertuang dalam Al Quran sudah pasti kebenarannya.
Nah, dari cerita di atas yang menyimpulkan wajibnya kita mematuhi ibu kita empat kali lipat dibandingkan ayah bukan berarti kita tidak wajib juga patuh kepada ayah kita, kita wajib mematuhi keduanya selagi itu benar, karna sang ayah juga berperan sangat penting atas lahirnya kita kedunia ini, rela bekerja keras, rela kehujanan, rela kepanasan bahkan beliau juga rela memberikan secercah upah rupiah yang ia peroleh demi membiayai hidup kita, sekolah kita dan untuk masa depan kita, tentu saja kita sangat banyak berhutang jasa pada mreka berdua, sang malaikat tanpa sayap.

Komentar

  1. Alhamdulillah...mencerahkan semoga bisa berbamti pada ibu kita semua...

    BalasHapus

Posting Komentar