BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
B.
Rumusan
Masalah
Dalam laporan observasi ini akan membahas beberapa
masalah tentang bagaimana jika terjadi kendala dalam pemakain alat laboratorium
sehingga terjadi kerusakan pada alat tersebut. Dan solusi yang dipilih agar
alat laboratorium tetap dalam keadaan baik.
C.
Tujuan
Observasi
Laporan observasi ini disusun selain untuk memenuhi
tugas mata kuliah Manajemen Laboratorium juga memberi wawasan dan pengetahuan
baru bagi kami agar kami mengetahui bagaimana cara mengatasi kerusakan pada
alat laboratorium di MAN
Bondowoso.
BAB II
PELAKSANAAN OBSERVASI
A. Lokasi dan Waktu Observasi
1. Lokasi
Observasi
Dalam
observasi ini kami mengambil lokasi di SMA Negeri 2 Bondowoso yang berlokasi di
Jalan Letjen Suprapto Nomor 153 Bondowoso Kelurahan Dabasah, Kabupaten
Bondowos, Provinsi Jawa Timur.
2. Pelaksanaan
observasi
Kami
telah melaksanakan observasi pada tanggal 3 Mei 2018.
a. Perkenalan
dan meminta izin untuk melakukan observasi.
b. Melakukan
serangkaian wawancara dengan Kepala Laboratorium SMA Negeri 2 Bondowoso.
B.
Subyek
Observasi
Subyek observasi yang kami pilih untuk narasumber
observasi yaitu Kepala Laboratorium SMA Negeri 2 Bondowoso.
C.
Teknik
Pengumpulan Data
Instrumen pengumpulan data Manajemen Laboratorium
melakukan wawancara yang hanya melibatkan Diana Rahman Septia Rini selaku
Kepala Laboratorium SMA Negeri 2 Bondowoso.
BAB III
HASIL OBSERVASI
A. Pengertian Laboratorium dan Arti
Penting Laboratorium
Laboratorium, yang sering disingkat “lab”, adalah
tempat dilakukannya sebuah riset (penelitian) ilmiah, eksperimen (percobaan),
pengukuran ataupun pelatihan ilmiah.
Laboratorium memiliki arti penting bagi setiap
peneliti, bagi para pengkaji ilmu pengetahuan, bahkan bagi sebuah lembaga
pendidikan. Keberadaan laboratorium untuk kemajuan pendidikan seperti sekolah,
perguruan tinggi, bahkan pesantren, adalah sangat penting artinya.
B. Hasil wawancara dengan Kepala
Laboratorium SMA 2 Bondowoso
1. Bagaimana
sejarah berdirinya SMA Negeri 2 Bondowoso
Sekolah
Menengah Atas Negeri 2 Bondowoso, berdiri pada tahun 1980 tepatnya tanggal 30
Juli 1980 dengan SK. 0206/0/1980, dibawah naungan Departemen Pendidikan
Nasional Kabupaten Bondowoso.
Sebelum
Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Bondowoso berdiri, di kabupaten Bondowoso baru
ada satu Sekolah Menengah Atas yaitu Sekolah Manangah Umum Tingkat Atas Negeri
yaitu Sekolah Menengah Umum Persiapan Pembangunan Negeri (SMPP Negeri) yang
bertempat di Tenggarang Bondowoso. Kemudian pada tahun 1980, berdiri dua
Sekolah Menengah Atas Negeri yaitu Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Bondowoso dan
Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Bondowoso, yang pada waktu itu masih berkumpul
menjadi satu dengan Sekolah Menengah Umum Persiapan Pembangunan (SMPP Negeri)
di Tenggarang Bondowoso dan dipimpin oleh satu kepala sekolah yaitu Bapak
Moelyono. Baru pada tanggal 2 Oktober 1981 setelah diresmikan pemakaian gedung,
Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Bondowoso pindah menempati gedung baru yang
terletak dijalan Letnan Jendral Suprapto Nomor 153 Bondowoso, dengan keadaan sarana
dan prasarana yang belum lengkap termasuk tenaga pengajar yang jumlahnya masih
15 orang dan tata usaha 3 orang, sedang siswanya baru kelas 1 dan kelas 2, dan
pada tahun pelajaran 1982/1983 SMA Negeri 2 Bondowoso, baru meluluskan lulusan
yang pertama.
2.
Perencanaan
dan
Di MAN Bondowoso terdapat 3 laboratorium, 1 laboratorium untuk siswi dan
2 laboratorium untuk siswa. Laboratorium tersebut adalah laboratorium
multimedia yang dapat difungsikan sebagai lab bahasa, audio visual, dan
komunkasi 2 arah. Alat dan sarana dan prasarana yang sudah terealisasi di lab
tersebut yaitu computer,koneksi internet,ruang penyimpanan,dll akan tetapi ada
1 sarana dan prasarana yang belum terealisasi yaitu AC, hal ini
dikarenakan laporan pengajuan untuk
sarana dan prasarana tersebut tidak langsung disetujui saat itu juga akan
tetapi masih menunggu 1 tahun setelah pengajuan laporan. Setiap laboratorium
harus ada yang mengkoordinir yaitu kepala laboratorium untuk mengatur dan
mengontrol ketika terjadi hal – hal yang tidak diinginkan.
Kendala dalam laboratorium itu sendiri yakni salah satunya windows nya
kadang perlu pembaruan hal ini terjadi pada saat pelaksanaan UNBK dari gabungan sekolah – sekolah lainnya.
Laboratorium juga membutuhkan biaya perawatan yang mana disesuaikan dengan
situasi dan kondisi lab tersebut, tahun 2017 setiap lab membutuhkan anggaran dana sebesar 15-20 juta
untuk perawatan. Dana tersebut di peroleh dari dana pusat atau komite sekolah
dengan prosedur yang jelas.
3.
Menyusun
jadwal dan tata tertib penggunaan laboratorium
Laboratorium MAN Bondowoso memiliki jadwal dan tata tertib yang disusun
oleh kepala lab, waka sarana dan prasarana dan kepala sekolah.
Tata tertib laboratorium :
a.
Menjaga
fasilitas lab
b.
Tidak
mencorat coret computer ataupun sarana dan prasarana yang ada dalam lab.
c.
Tidak
mengoperasikan komputer diluar jam pelajaran
Laboratorium di MAN
Bondowoso tidak hanya digunakan oleh siswa/siswi saja melainkan guru juga dapat
menggunakannya, jadi lab tersebut terbuka untuk semua warga sekolah. Akan tetapi
jika ada warga luar sekolah yang menggunakan lab tersebut misalnya ketika
pelaksanaan UNBK
4. Dalam
pemakaian alat-alat laboratorium di SMAN 2 Bondowoso apakah ada kendala dan apa
solusi yang dilakukan?
Jika
ada kerusakan yang diakibatkan oleh siswa, maka siswa tersebut harus
bertanggung jawab dengan mengganti alat yang sudah dirusaknya tersebut, dan
memang hal tersebut memang sudah ada aturan tersendiri dari sekolah. Jika
memang ada faktor lain yang menyebabkan kerusakan pada alat laboratorium,
seperti karena faktor kelembabab udara yang tidak stabil yang mempengaruhi
kerusakan alat laboratorium atau karena ada faktor- faktor lain yang
mengakibatkan kerusakan tersebut, jika faktor tersebut terjadi sekolah akan
segera mengatasi kendala tersebut dengan mengganti barang atau alat yang rusak
demikian dengan barang atau alat yang baru. Dan setiap tahunnya terjadi
pengecekan bahan dan alat laboratorium, dimana terdapat pengecekan bahan atau
alat apa yang harus diperbarui, bahan atau alat apa yang masih bisa dipakai
atau digunakan, dan bahan yang sudah habis maupun bahan yang kita butuhkan, dan
dalam pengecekan barang tersebut terdapat laporan.
5. Apakah
alat- alat laboratorium pernah dipinjamkan kepada lembaga lain?
Pada
peminjaman alat laboratorium kepada lembaga lain, masih belum pernah
meminjamkannya. Kecuali di saat siswa maupun siswi praktik nya yang
dilaksanakan di luar laboratorium, seperti praktikum di kelas maupun di luar
kelas.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Di SMAN 2 Bondowoso kebanyakan siswa lebih banyak
menggunakan laboratorium biologi, karena banyaknya kelas IPA dibandingkan kelas
IPS, berbagai macam alat yang dibutuhkan dalam praktikum di laboratorium SMAN 2
Bondowoso, salah satu alat nya ialah microskop. terdapat beberapa kendala
kerusakan alat yang terjadi pada laboratorium SMAN 2 Bondowoso, yaitu faktor
kerusakan dari siswa itu sendiri dan dari faktor lain, seperti kelembaban udara
yang tidak stabil yang menyebabkan kerusakan alat laboratorium dan terdapat pula beberapa laporan pengecekan
barang atau alat per tahunnya,dimana terdapat beberapa barang yang harus
diperbarui, barang yang masih bisa dipakai, dan barang yang sudah tidak bisa
digunakan. Pada hal peminjaman pada lembaga lain, laboratorium SMAN 2 Bondowoso
masih belum mengalami hal tersebut.
B. Kritik & Saran
Demikianlah laporan hasil kegiatan wawancara ini
kami buat dengan yang sebenar-benarnya. Ucapan terimakasi kepada Allah SWT yang
telah memberikan kemudahan kepada kami sehingga terlaksananya acara ini dengan
baik.
Kami selaku anggota kelompok memohon maaf
sebesar-besarnya apabila terdapat kesalahan ataupun kekurangan dalam laporan
hasil wawancara in. Selain untuk memenuhi tugas Manajement Laboratorium
Pendidikan, semoga hasil laporan wawancara ini dapat menjadi acuan,
pertimbangan, serta motivasi dan koreksi bagi kegiatan wawancra selanjutnya.
Komentar
Posting Komentar