Pemasaran Jasa Pendidikan


KATA PENGANTAR

              Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Mahakuasa atas segala limpahan rahmat serta karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “ Konsep dan Sistem Pemasaran Jasa Pendidikan
Dalam penyusunan makalah atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang kami hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan, bimbingan orang tua, teman-teman dan guru. Sehingga, kendala- kendala yang penulis hadapi teratasi.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca khususnya para mahasiswa STAI At-taqwa Bondowoso.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.













DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................... i
DAFTAR ISI................................................................................................... ii
BAB I  PENDAHULUAN............................................................................... 1
A.   Latar Belakang.......................................................................................... 1
B.   Rumusan Masalah..................................................................................... 2
C.   Tujuan....................................................................................................... 2
         BAB II PEMBAHASAN.................................................................................. 3
A.    Pengertian pemasaran jasa pendidikan ..................................................... 3
B.    konsep strategi pemasaran......................................................................... 4
C.    Model-model strategi pemasaran jasa pendidikan.................................... 5
D.    Macam-macam strategi pemasaran jasa pendidikan.................................. 6
BAB III PENUTUP.......................................................................................... 9
A.    Kesimpulan................................................................................................ 9
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................... 10
 BAB I

PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang
Lingkungan pendidikan dalam hal ini sekolah mengalami perubahan besar, yaitu lingkungan global pendidikan atau sering diistilahkan dengan globalisasi pendidikan. Globalisasi berarti suatu proses keterbukaan yang seluas luasnya, bebas dari keterbelengguan cultural, bebas dari ketertutupan. Globalisasi dengan ciri pasar bebasnya tidak hanya menjual barang produksi industri saja, melainkan juga sumberdaya manusia yang siap kerja. Oleh karena itu kualitas menjadi acuan utama. Barang ( produk pendidikan ) yang tidak berkualitas dan di campakkan oleh konsumen, persaingan pasar semacam ini menuntut barang dagangan yang berkualitas. Masyarakat sudah  mulai mempertanyakan dan memilih sekolah-sekolah berkualitas, karena mereka takut putra-putrinya tidak mampu bahkan kalah bersaing di era globalisasi ini.
Pemasaran, yang lebih dikenal dengan istilah asing “marketing” adalah suatu metode baru untuk memajukan dan mengembangkan potensi sebuah organisasi dengan memusatkan sasaran atau target, terutama pada masyarakat yang benar benar membutuhkan dan menginginkan organisasi kita, dan tujuan dari pemasaran adalah membantu pengelola suatu organisasi untuk memutuskan produk apa yang mesti ditawarkan terlebih dahulu.
Mula-mula pemasaran dikenal dan dikembangkan oleh perusahaan multi nasional besar dengan kekuatan ekonomi super. Tapi sekarang, setiap perusahaan dan bahkan setiap orang telah menggunakannya, tidak ketinggalan pula organisasi-organisasi non profit seperti lembaga pendidikan yang berfungsi sebagai pencetak biro jasa masa depan telah memanfaatkan segi keunggulan pemasaran untuk meningkatkan kerja sama atau transaksi mereka dengan pembeli, langganan dan publik. Suatu organisasi yang memutuskan tetap eksis dan survive digelanggang yang ketat ini, mau tidak mau, tidak akan sukses tanpa memiliki strategi pemasaran yang baik. ( David W. Cravens, Strategic Marketing, 1982 )
  1. Rumusan masalah
1.     Apa pengertian pemasaran jasa pendidikan?
2.     Bapaimana konsep strategi pemasaran?
3.     Apa model-model strategi pemasaran jasa pendidikan?
4.     Apa saja macam-macam strategi pemasaran jasa pendidikan?
  1. Tujuan
1.     Untuk mengetahui pengertian jasa pendidikan
2.     Untuk memahami konsep strategi pemasaran
3.     Untuk memahahami model-model strategi pemasaran jasa pendidikan
4.     Untuk memahami macam-macam strategi pemasaran jasa pendidikan





















BAB II
PEMBAHASAN
  1. Pengertian pemasaran jasa pendidikan
Orang awam yang belum banyak mengetahui tentang marketing merasa kaget dengan istilah marketing pendidikan. Mereka mengira bahwa lembaga pendidikan itu akan di komersikan. Adalah tidak sama dan sebangun antara marketing dan komersial, walaupun kedua istilah itu akrab digunakan dalam bidang bisnis kegiatan bisni dapat dilakukan dalam dua sektor yaitu sektor yang memcari atau mengejar laba, dan sektor yang tidak mengejar laba. Demikin pula istilah marketing ada marketing dalam “profit organization” dan ada marketing pada “non profit organization”
            Mengenai lembaga pendidikan adalah termasuk ke dalam non profit organization. Sedang istilah komersial sudah jelas berhubungan dengan kegiatan mencari laba. Kita mengenal juga dalam bentuk konsep negatif yaitu “dikomersialkan”, segala sesuatu yang dikomersialkan ,ada uang ada layanan, pokoknya segala kegiatan yang harus mendatangkan keuntungan dalam bentuk uang.
            Penggunaan istilah marketing pada saat ini sudah sangat berkembang disegala sektor kegiatan. Demikian pula pengertian marketing sudah lebih luas dan lebih halus. Bicara marketing berarti bicara bagaimana memuaskan konsumen. Jika konsumen menjadi tidak puas berarti marketingnya gagal.
            Seperti ketahui lembaga pendidikan adalah sebuah kegiatan yang melayani konsumen . bicara marketing berarti bicara bagaimana kepuasan konsumen. Bicara marketing bagaimana memuaskan konsumen. Jika konsumen menjadi tidak puas berarti marketingnya gdagal.
            Sepert diketahui bahwa lembaga pendidikan adalah sebuah kegiatan yang melayani konsumen, berupa murid, siswa, mahasiswa, dan juga masyarakat umum yang dikenal sebagai “stake holder”. Lembaga pendidikan pada hakikatnya bertujuan memberikan layanan. Pihak yang dilayani ingin memperoleh  kepuasan dari layanan, karena mereka sudah membayar cukup mahal kepada lembaga pendidikan.
            Layanan ini dapat dilihat dalam berbagai bidang muai dari layanan dalam bentuk fisik bagunan, sampai layanan berbagai fasilitas dan guru yang bermutu. Konsumen akan menuntut dan  dan menggugat layanan yang kurang memuaskan. Mereka akan memperhatikan, keadaan bangungan ruang belajar, atap yang bocor,bangunggan yang membahanyakan keselamatan siswa, retak-retak,bisa roboh sewaktu-waktu,kebersihan halama, kebersihan kelas, tersedianya wc, kamar mandi yang bersih dan airnya bersih, ke amana sekitar,lampu penerangan. Kemudian tersedia berbagai fasilitas, papn tulis,kapur,sepidol,dan fasilitas berupa teknologi pendidikan, serta guru yang di siplin, berwiBawa  menguasai materi pemberajaran, mau menambah pengetahuannya mampu membeli dan membaca surat kaba, memiliki televisi dan rajin mendengar informasi mutaghir dan sebagainya semuanya akan bermuara kepada sasaran memuaskan konsumen. Inilah tujuan hakikat dari marketing lembaga pendidikan.
            Jadi merketing jasa pendidikan berarti kegiatan lembaga pendidikan membari layanan atau memberikan layanan atau menyampaikan jasa pendidikan kepada konsumen dengan cara yang memuaskan.
  1. Konsep strategi pemasaran
Strategi adalah sebuah rencana yang komprehensif mengintegrasikan segala resources dan capabilities yang mepunyai tujuan jangka panjang untuk memenangkan kompetisi. Dalam membahas perkataan strategik sulit untuk untuk di bantah bahwa penggunaannya diawali dari dan populer di lingkungan militer. Namun pada akhirnya strategi berkembang untuk semua organisasi termasuk keperluan ekonomi, social budaya dan agama.
Pemasaran adalah suatu system keseluruhan dari kegiatan-kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan untuk mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli yang potensial ( William J. Stanton, fundamentalis of marketing, 1978:5 )
Strategi pemasaran merupakan pernyataan ( baik secara emplisit maupun eksplisit) mengenai bagaimana suatu merek atau lini produk mencapai tujuannya (Bernett,1988). Sementara itu, Kahle (1990) mendefinisikan strategi pemasaran sebagai alat fundamental yang direncanakan untuk mencapai tujuan perusahaan dengan mengembangkan keunggulan bersaing dan berkesinambungan melalui pasar yang dimasuki dan program pemasaran yang digunakan untuk melayani pasar sasaran tersebut.
Strategi pemasaran terdiri atas lima elemen:                    
1.     Pemilihan pasar, yaitu pasar yang akan di layani. Pemilihan pasar dimulai dengan melakukan sigmentasi pasar dan kemudian memilih pasar sasaran yang paling memugkinkan untuk dilayani oleh perusahaan.
2.     Perencanaan produk, meliputi produk spesifik yang dijual, pembentukan lini produk dan mendesain penawaran individual pada masing-masing lini.
3.     Penetapan harga, yaitu penetapan harga yang dapat dicerminkan nilai kuantitatif dari produk kepada pelanggan.
4.     Sistem distribusi , yaitu seluruh perdagangan grosir atau eceran yang dilalui produk sehingga mencapai konsumen akhir yang di beli dan menggunakannya
5.     Komunikasi pemasaran (promosi) yang meliputi periklanan, personal celling, promosi penjualan, direct merketing, dan publik relation.
Pendidikan yang dapat laku dipasarkan ialah pendidikan seperti:
- ada produk sebagai hasil komuditas
- produknya memiliki standar, spesifikasi dan kemasan
- memiliki sasaran yang jelas
- memiliki jaringan dan media
- memiliki tenaga pemasaran
  1. Model-model Strategi Pemasaran Jasa Pendidikan
Model-model tersebut yaitu:
1.     Pemasaran Eksternal
Pemasaran eksternal menggambarkan aktifitas normal yang dilakukan oleh organisasi pendidikan dalam mempersiapkan produk, menetapkan harga, melakukan distribusi informasi dan mempromosikan produk jasa yang bernilai superior kepada para pelanggan ( wali murid )
2.     Pemasaran Internal
Pemasaran internal menggambarkan tugas yang di emban organisasi dalam rangka melatih dan memotifasi para guru, karyawan dan para murid sebagai aset utama organisasi agar dapat melayani para pelanggan dengan baik. Yang tak kalah pentingnya adalah pemberian penghargaan atau reward dan pengakuan yang sepadan dan manusiawi.
3.     Pemasaran Interaktif
Pemasaran interaktif menggambarkan interaksi antara pelanggan dalam hal ini para wali murid dengan para karyawan (guru dan staff) dan juga dengan pemimpin organisasi (kepala sekolah). Bila ini terealisasi maka pelanggan akan puas menjalani hubungan berkesinambungan dengan personil dan organisasi yang bersangkutan, dan bahkan bisa menjadi sarana dan media pemasaran organisasi.
  1. Macam-macam Strategi Pemasaran Jasa Pendidikan
1.     Produk
Produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar bersangkutan.
2.     Harga (Biaya Pendidikan)
Agar dapat sukses dalam memasarkan suatu produk organisasi pendidikan harus menetapkan harga atau biaya pendidikan secara tepat. Harga merupakan satu-satunya unsur pemasaran yang diberikan pemasukan atau pendapat bagi institusi pendidikan, sedangkan ketiga unsur lainnya ( Produk, distribusi informasi, promosi ) menyebabkan timbulnya biaya (pengeluaran). Disamping itu merupakan unsur pemasaran yang bersifat fleksibel, artinya dapat dibah dengan cepat.
3.     Strategi Distribusi dan Informasi
Berikut beberapa strategi distribusi yang bisa digunakan antara ;ain
a.      Strategi sluran distribusi berganda yaitu saluran distribusi yang berbeda mungkin dibutuhkan untuk mencapai segmen-segmen pelanggan yang berada dalam pasar yang luas. Tujuannya adalah untuk memperoleh akses yang optimal pada setiap segmen pelanggan.
b.     Strategi meodifikasi saluran distribusi adalah strategi mengubah susunan slauran distribusi yang ada berdasarkan evaluasi dan peninjauan ulang. System distribusi memang perlu secara terus menerus di tinjau dan di atur kembali untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan keadaan di pasar
c.      Strategi pengendalian saluran distribusi adalah menguasai semua anggota dlam saluran distribusi agar dapat mengendalikan kegiatan mereka secara terpusat ke arah pencapaian tujuan bersama. Tujuan dari strategi penegendalian seluruh distribusi :
- untuk meningkatkan pengendalian
- memperbaiki ketidakefisienan
- mengetahui efektifitas biaya melaui kurva pengalaman
- mencapai skala ekonomis.
d.   Strategi manajemen konflik dalam saluran distribusi
     konsep system pada distribusi mensyaratkan adanya kerja sama antar saluran
meskipun demikian didalam saluran selalu timbul struktur kekuatan sehingga diantara anggota saluran sering terjadi gontok-gontokan. Konflik tersebut dapat bersifat horizontal dan vertikal. Konflik juga dapat timbul antara saluran yang satu dengan saluran yang lain ( dlam kasus organisasi menggunakan lebih dari satu saluran distribusi ) yang menjual produk yang sama atau yang membawa informasi yang sama ke pasar sasaran yang sama.
4.     Kepuasan pelanggan pendidikan
Seperti yang telah dijelaskan diawal ahwasanya penerapan marketing ini adalah untuk menciptakan kepuasan bagi pelanggan pendidikan. Jika berbicara tentang kepuasan maka kita harus menyadari bahwa kepuasan antara satu orang dengan orang yang lain berbeda, artinya kepuasan berurusan dengan beberapa hal. Secara singkat kepuasan pelanggan terdiri dari respon yang menyangkut fokus yang ditentukan pada waktu tertentu.
5.     Loyalitas Pelanggan Pendidikan
Loyalitas pelanggan adalah bahwa kesetiaan pelanggan diukur dengan frekuensi penggunaan kembali sebuah jasa. Kepuasan tersebut dapat juga diamati ketika pelanggan jasa mengajukan atau bahkan mendesak orang lain untuk mengkonsumsi jasa tersebut. Jadi kesetiaan pelanggan dapat dilihat melalui perilaku pelanggan. Kepuasan pelanggan dalam konteks pendidikan dapat diamati pada perilaku siswa yang melakukan kegiatan rutin. Loyalitas lebih mengacu pada perilaku yang relatif stabil dalam jangka panjang dari unit-unit pengambil keputusan untuk melakukan kegiatan secara terus menerus terhadap program lembaga pendidikan yang dipilih. Keuntungan-keuntungan yang diperoleh lembaga pendidikan jika memiliki siswa yang loyal adalah :
1.     Mengurangi biaya pemasaran
2.     Mengurangi transaksi biaya, transaksi kontrak, pemosesan pemesanan, dan lain-lain.
3.     Mengurangi biaya tern over konsumen.
4.     Meningkatkan penjualan silang yang akan memperbesar pangsa pasar lembaga.
5.     Word of mouth yang lebih positif dengan asums bahwa konsumen yang loyal juga berarti yang merasa puas.
6.     Mengurangi biaya kegagalan.
BAB III
PENUTUP
  1. Kesimpulan
Dalam pemasaran kita temukan ada yang berorientasi pada “ profit organitation” dan ada pemasaran yang berorientasi pada “ non profit organitation “ . mengenai lembaga pendidikan adalah termasuk ke dalam non profit organization. Lembaga pendidikan adalah sebuah kegiatan yang melayani konsumen, berupa murid , mahasiswa dan juga masyarakat umum yang dikenal sebagai stakeholder.



















Daftar Pustaka
Akdon, Dr.manajemen strategik untuk manajemen pendidikan.Alfabeta, Bandung2006.
Prof. Dr.H.Alma Buchari, M.Pd., manajemen corporate & strategi pemasaran jasa pendidikan.Alfabeta, Bandung2008.

Komentar