UJI T DUA SAMPEL SALING BEBAS


ABSTRAK
APAKAH TERDAPAT PERBEDAAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA YANG SUDAH MENIKAH DAN YANG BELUM MENIKAH DI SEKOLAH TINGGI STAI AT TAQWA BONDOWOSO
Nama :
Rukaiyah
Tazkiyatil Maula
Zulva Wulandari
Latar Belakang
Setiap manusia pasti memiliki kreteria yang berbeda, semangat yang berbeda pula dan tentunya motivasi yang juga berbeda, begitu juga yang terjadi di Sekolah Tinggi STAI At Taqwa Bondowoso ini, tidak sedikit mahasiswa yang datang ke kampus masuk kelas mendengarkan penjelasan dosen sehabis itu pulang dan hilang pelajaran yang baru saja ia dapat, lebih tepatnya lagi yaitu sering di sebut mahasiswa kupu – kupu (kuliah pulang), banyak juga di antara mahasiswa yang sudah bekerja, sudah menikah, dan ada juga yang belum menikah dan belum bekerja, mereka yang memiliki kesibukan selain kuliah mungkin motivasi dan semangat mereka akan berkurang disebabkan beberapa tanggung jawab yang lain, begitu juga sebaliknya mahasiswa yang belum memiliki tanggung jawab yang lain selain kuliah akan memiliki motivasi atau semangat belajar yang lebih tinggi atau mungkin juga tidak, oleh karena itu kami disini mengangkat sebuah judul “Apakah Terdapat Perbedaan Motivasi Belajar Mahasiswa Yang Sudah Menikah Dan Yang Belum Menikah” guna untuk mengukur dan mengetahui terkait semangat belajar dan motivasi belajar mahasiswa STAI AT TAQWA BONDOWOSO.
Tujuan
Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan motivasi belajar mahasiswa yang sudah menikah dan yang belum menikah.
Metode
Penelitian kuantitatif denagn metode uji t dua sampel saling bebas (Independent Sampel T Test), data yang kami dapatkan melalui penyebaran angket denagn 30 pertanyaan yang di isi oleh 42 responden yaitu 21 responden mahasiswa yang sudah menikah dan 21 mahasiswa yang belum menikah, dan di antara keduanya sama – sama semester V di STAI AT TAQWA BONDOWOSO, kami melakukan penyebaran angket pada saat jam kuliah yang di isi di kelas masing – masing.
Kesimpulan
Data dalam penelitian merupakan hal yang sangat di butuhkan, mulai dari penyebaran angket, pengisian angket dsb, guna untuk menemukan data yang benar - benar real atau pasti dalam mengukur hubungan ataupun perbedaan dalam hal tertentu,  namun yang kita ukur haruslah sama tingkatannya, jenjangnya harus sederajat, karna jika tidak sama tingkatan atau jenjangnya maka tentu akan ada ketidak seimbangan.
A.    Pengertian
Uji-t untuk sampel saling bebas (independent-samples T-test) merupakan uji-t untuk sampel bebas dengan membandingkan rata-rata dua kelompok kasus, dan kasus ( data) yang di uji bersifat acak serta dengan 1 kali proses pengukuran.
Uji-t untuk sampel saling bebas (independent-sampels T-test) itu menguji kemampuan generalisasi rata-rata data dua sampel yang tidak berkolerasi. Pada sampel-sampel berkolerasi biasanya terdapat pada rencana penelitian exsprimen. Sedangkan pada penelitian survei, biasanya sampel-sampel yang di komparasikan adalah sampel independent.
Perhitungan statistic dilakukan untuk masing-masing variable dan selisih antara keduanya yaitu:
1.     Untuk variabel akan di hitung rata-rata, ukuran sampel, standart eror, deviasi, dan standart eror rata-rata.
2.     Untuk selisih dua variable akan dihitung rata-rata, stand reror, dan salang kepercayaan.
Uji-t untuk sampel saling bebas (independent-sampeles T-test) ini menghasilkan:
1.     Statistik deskriptif untuk tiap variabel yang diuji.
2.     Uji kesamaan varians ( test of homogenity of varians )
3.     Nilai siknifikansinya.
Kretirea data yang dapat di uji dengan menggunakan uji-t sampel saling bebas ( independent-sampel T-test ) yaitu:
1.     Data yang digunakan adalah data kualitatif( interval dan rasio) namun dalam program SPSS, salah satu variable harus berbentuk kategori.
2.     Data harus saling bebas dari sampel acek dan berdistribusi normal.

Terdapat dua rumus yang digunakan untuk uji-t dua sampel saling bebas( independent-sample T-test ) adalah sebagi berikut:
1.     1-͞x2
S21   +    s22
N1         n2

2.    
1   +1
n1          n2
 
t =                     ͞x1-͞x2
(n1-1) s12  + (n2   - 1 )  s22                           
                                                  n1   + n2 - 2
 Keterangan:

͞x1 = Rata-rata sampel 1
͞x2 = Rata-rata sampel 2
S1 = Simpangan baku sampel 1
S2 = Simpangan baku sampel 2
S21 = Varian sampel 1
S22 = Varian sampel 2

Contoh kasus:
Seorang peneliti ingiin mengetahui motivasi belajar mahasiswa yang belum menikah dan sudah menikah di suatu perguruan tiggi. Untuk itu di lakukan penelitian survei untuk melihat apakah terdapat perbedaan motivasi belajar antara mahasiswa yang sudah menikah dan yang belum menikah. Peneliti ini ingin membuktikan apakah terdapat perbedaan motivasi belajar antara mahasiswa yang sudah menikah dan yang belum menikah. Berdasarkan 42 sampel sebagai subjek peneliti, masing-masing  21 mahasiswa yang dipilih secara random untuk di uji dengan mengisi angket adalah sebagai berikut:
Data A: Hasil test motivasi belajar mahasiswa yang belum menikah dan yang sudah menikah:
NO
SUDAH MENIKAH
BELUM MENIKAH
1
93
131
2
123
112
3
110
112
4
94
105
5
99
99
6
110
127
7
104
127
8
124
126
9
118
137
10
97
128
11
118
102
12
125
118
13
123
112
14
97
104
15
94
119
16
104
124
17
115
102
18
124
105
19
142
134
20
152
118
21
124
123

           

Berdasarkan data diatas, maka disusunlah hipotesis sebagai berikut:
1.     Hipotesis
Ho: tidak terdapat perbedaan motivasi belajar mahasiswa yang belum menikah dan yang sudah menikah
Ha: terdapat perbedaan motivasi belajar mahasiswa yang belum menikah dan yang sudah menikah

1.     Output SPSS
2.     Interprestasi Output SPSS
Ø  Padatabel group sttistic, memuat banyak data ( N ) masing-masing mahasiswa yang belum menikah 21 dan yang sudah menikah 21 , rata-tara motivasi  belajar mahasiswa yang belum menikah = 113,81 dan untuk mahasiswa yang sudah menikah= 117,38 denganstandart deviasi masing-masing untuk mahasiswa yang belum menikah =15,999 dan mahasiswa yang sudah menikah=11,578.
Ø  Pada table independen sampel test, t-test dan uji-t duasampel saling bebas yang  meliputiuji-F,test,  t test dan uji signifikansi.
Ø  Berdasarkan tabel independent sampel test, memuat data hasil uji-t sampel saling bebas yang meliputi uji-t dan uji segnitifikasi.
Ø  Berdasarkan data tersebut diatas maka dapat di lakukan  pengujian hipotetis dengan 2 cara dan sebelumnya di uji dulu varians populasinya.
a.      Analisis menggunakan F-test hipotetis
HO:     kedua varians populasi adalah sama( varians populasi motifasi belajar mahasisiwa yang belum menikah dan yang sudah menikah.
Ha:  kedua varians populasi adalaah tidak sama( varians populasi motifasi belajar mahasisiwa yang belum menikah dan yang sudah menikah .
Berdasarkan data tersebut di atas maka  dapat di lakukan penguji  hipotesis dengan membandingkan tataraf signifikasi.
 Terlihatnilai F hitung=1819 dengan signitifikasi 185 , karena signitif <0.05maka HO ditolak dan Ha diterima, artinya kedua varians populasi adalah tidak sama.
a.      Analisis menggunakan t-test( membandingkan nilai t hitung dengan t tabel)
Ø  Jika t hitung> t tabel , maka HO diterima Ha di tolak
Ø  Jika t hitung< t tabel, maka Ha diterima Ho di tolak
Untuk melihat harga t table maka di dasarkan pada derajat kebebasan (dk), yang besarnya adalah N-1,berdasarkan  hasil analis uji-t dua sampl sealing bebas, maka dapat diproleh hasil t hitung sebesar -829 dan t tabel sebesar 1,671, jadi t hitung -829 < 1,671 t tabel, maka Ho di tolak dan Ha di terima, artinya ada perbedaan  motivasi belajar mahasiswa yang belum menikah dan yang sudah menikah.
Berdasarkan rata-rata motivasi belajar mahasiswa yang belum menikah sebesar 3,491 dan yang sudah menikah sebesar 2,527  , dapat di simpiulkan bahwasanya motivasi belajar mahasiswa yang sudah menikah lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa yang belum menikah, hal ini terlihat dari mean different erbesar -3,571, yang diperoleh dari3,491-2,527 =3,571
b.     Analisis dengan membandingkan taraf signitifikansi dengan galatnya
Ø  Jika sig.> 0.05,maka Ho diterima Ha di tolak
Ø  Jika sig<0.05,maka Ha diterima Ho di tolak
Pada kasus ini terlihat signitif sebesar 0,412<0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya bahwa  terdapat perbedaan motivasi belajar mahasiswa antara yang belum menikah dan yang sudah menikah.
Terlihatnilai F hitung=1819 dengan signitifikasi 185 , karena signitif <0.05maka HO ditolak dan Ha diterima, artinya kedua varians populasi adalah tidak sama.
a.      Analisis menggunakan t-test( membandingkan nilai t hitung dengan t tabel)
Ø  Jika t hitung> t tabel , maka HO diterima Ha di tolak
Ø  Jika t hitung< t tabel, maka Ha diterima Ho di tolak
Untuk melihat harga t table maka di dasarkan pada derajat kebebasan (dk), yang besarnya adalah N-1,berdasarkan  hasil analis uji-t dua sampl sealing bebas, maka dapat diproleh hasil t hitung sebesar -829 dan t tabel sebesar 1,671, jadi t hitung -829 < 1,671 t tabel, maka Ho di tolak dan Ha di terima, artinya ada perbedaan  motivasi belajar mahasiswa yang belum menikah dan yang sudah menikah.
Berdasarkan rata-rata motivasi belajar mahasiswa yang belum menikah sebesar 3,491 dan yang sudah menikah sebesar 2,527  , dapat di simpiulkan bahwasanya motivasi belajar mahasiswa yang sudah menikah lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa yang belum menikah, hal ini terlihat dari mean different erbesar -3,571, yang diperoleh dari3,491-2,527 =3,571
b.     Analisis dengan membandingkan taraf signitifikansi dengan galatnya
Ø  Jika sig.> 0.05,maka Ho diterima Ha di tolak
Ø  Jika sig<0.05,maka Ha diterima Ho di tolak
Pada kasus ini terlihat signitif sebesar 0,412<0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya bahwa  terdapat perbedaan motivasi belajar mahasiswa antara yang belum menikah dan yang sudah menikah.

Kesimpulan
Berdasarkan analisis data tersbut, maka dapat di simpulkan bahwa terdapat perbedaan motivasi belajar mahasiswa antara yang belum menikah dan yang sudah menikah.
Dengan memperhatinkan perbedaan rata-rata orientasi berperestasi dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar mahasiswa  yang sudah menikah lebih tiggi dari yang belum menikah.














LAMPIRAN
Cara Memasukan Atau Mmenganalisis Data Ke SPSS
Ø  Buku file buku. Klikfile New  Data
Ø  Berikan nama variable yang diperlukan, dalam kasus ini hanya terdapat satu variable yaitu (motivasi belajar mahasiswa) dan klik variable view ( kanan bawah ) maka muncul tampilan sebagai berikut:
Ø  Isi nama variable pada kolom name (misal: motivasi, dan blmsdh) maksimal 8 krakter, setelah itu tekan Tabel dan secara otomatis akan muncul dikolom Type (Numerik), pada kolom Width isikan agka 8 dan pada Decimal isikan agka 0 ( dengan kondisi devault)
Ø  Kolom label dapat di isikan keterangan untuk melengkapi kolom Name ( misal : motivasi= untuk menamai motivasi belajar mahasiswa yang belum menikah dan yang sudah menikah)

Ø  Karena variabel Prestasi memuat 2 kelompok yaitu mahasiwa yang belum menikah dan mahasiswa yang sudah menikah, maka klik pada kolom value pada baris sudah belum dan akan muncul gambar berikut


Ø  Setelah muncul gamabar di atas maka pada value labels ketik sebagaimana contoh  berikutini:

Value
                      Value label
    1
Belum menikah
    2
Sudah menikah

Ø  Setelah megisi legkap sesuai tabel diatas kemudian klik add untuk memasukan data tersebut pada kolom besar dan setelah legkap klik OK, seperti pada gambar pada gambar berikutini:
Ø  Setelah pengisian selesai Klik data view, untuk mengisikan data, isikan data A ( motivasi belajar mahasiswa yang sudah menikah dan yang belum menikah ) tersebut di atas pada kolom
Ø  Pada kolom motivasi isikan data motivasi belajar mahasiswa yang sudah  menikah dan yang belum menikah ( data A) dan pada kolom sudah belum ketik angka1 sebanyak 21 menurun dan ketik angka 2 sebanyak 21 menurun
Ø  Maka muncul tampilan sebagai berikut:
1.     .menyimpan data
Klik file  save atau Ctrl  C kemudian berilah nama yang anda inginkan ( misal: data A). Data SPSS akan tersimpan dalam file eksetense Save
2.     Pengelolan Data
Klik Analyze Compare Means  independent sampel T Test.. sebagai gambar dibawah ini          
                                                     
Ø  Kemudian  Klik variable mahasiswa yang belummenikah dan pindah pada kotak Test Variabel dan Klik variable mahasiswa yang sudahmenikah pindah pada kotak Gruping Variabel.
Ø  Setelah pindah kemudian Klik Define, PADA Grup 1 isikan angka 1 dan pada Groups, 2 isikan angka 2 seperti gambar di bawah, setelah selesai mengisikan data kemudian klik Continue dan klik Ok.





Sebagai penunjang data tersebut kami lampirkan dokumentasi pengisisan angket sebagai berikut:
Pengisian angket di kelas A putra smester V

Pengisian angket kelas B putri semester V


Komentar